Rabu, 05 September 2012

Service Mika Lampu Besar Mobil Kijang Innova

Punya masalah rumah lampu besar mobil Anda yang berbahan mika tampilannya buram, sehingga mempengaruhi kualitas lampu saat jalan di malam hari? Ga usah pusing, dan mutusin langsung ganti lampu depan baru, yang harganya ga murah. Ternyata kondisi mika lampu besar untuk mobil, bisa diservice dengan harga (relatif) murah banget dibanding beli baru. Saya mau sharing pengalaman saya, yang dalam hal ini mika lampu besarnya mobil Kijang Innova.
Pertama, pastikan kondisi mika lampu besar buramnya karena air dan cuaca, sedangkan bagian dalam bagus alias ga masalah.

Oleh orang bengkel, rumah lampu akan dicopot dari dudukannya untuk dibersihkan. Konteks dibersihkan disini, ternyata bukan seperti mencuci, tetap permukaan atas mika lampu besar dikerok dengan menggunakan sejenis pisau. Seluruh permukaan mika dipastikan harus dikerok, agar hasil akhirnya rata dan maksimal.

Setelah seluruh lapisan dikerok, permukaan mika lampu dicuci bersih dengan air sabun sambil diamplas dengan amplas khusus hingga permukaannya terasa halus. Hal ini untuk memaksimalkan hasil saat dipoles.
Tahap berikutnya adalah permukaan lampu dikeringkan dan dipoles dengan menggunakan cairan poles yang juga biasa digunakan untuk poles body mobil. Agar maksimal, poles mika lampu besar ini pun menggunakan alat poles yang biasa digunakan untuk memoles body mobil.

Setelah dipoles, permukaan mika lampu besar pun tampil mengkilat lagi menyerupai barunya dan siap dipasang.

Saya ga begitu tau ada di bengkel mana saja, yang menyediakan jasa service mika lampu besar mobil ini. Tetapi untuk yang di daerah Bekasi, bisa menjajal bengkel Damay Jaya yang ada di jln Cut Meutia atau tepatnya di seberang Carrefour. Bengkel ini memang mengkhususkan diri di service power window, central lock dan menyediakan berbagai jenis lampu mobil. Jasa utk service sepasang mika lampu besar ini adalah Rp 200.000 saja. Harga yang murah kan dibanding beli baru 1 rumah lampu yang biasanya juga harus beli sepasang. Selamat mencoba kawan!

Maaf, Terima Kasih, I Love You

Pernah ga Anda memberikan sesuatu ke keponakan atau ke seseorang, tapi ketika barang itu berpindah tangan, boro-boro ucapan terima kasih, senyum pun ga ada kita terima. Pada saat itu apa yang ada di benak kita..? Dongkol!

Atau pernah ga, ketika kita sendiri yang melakukan kesalahan terhadap pasangan kita atau mungkin juga terhadap anak kita sendiri, tapi meski kita tau kita telah melakukan kesalahan, ini mulut sepertinya terkunci rapat untuk bilang kata maaf. Pada saat itu apa yang ada dalam benak kita..? Gengsi!

Lalu di lain kesempatan mungkin diantara kita cukup sering menonton film-film barat yang bergenre keluarga. Misalnya Mrs. Doubtfire (saat ini judul yang saya ingat cuma itu,hihihi..). Film-film barat yang bergenre keluarga, pada moment-moment mengharukannya, seringkali ada adegan pelukan antara orangtua dan anaknya yang diikuti dengan kata “I Love you”. Pada saat menyaksikan moment itu, kira-kira apa yang ada dalam benak Anda..? Kalau saya pribadi, saya iri.. Kenapa..? Karena saya tidak diajarkan mengumbar kata I love you itu kepada orang tua saya, maupun sebaliknya. Bukan berarti orangtua saya ga sayang sama saya atau sebaliknya ya.. Tapi memang di masa itu, di keluarga saya khususnya sepertinya memang agak kaku dan kikuk aja jika harus berlaku seperti itu. Dan jarak sebagai orang tua dan anak memang sangat dibentuk oleh keluarga saya. Ada hal positif akan hal tersebut, namun menurut saya ada kurangnya juga.

Hingga saat ini saya sudah berkeluarga sendiri dan memiliki 2 jagoan yang juga sudah mulai kritis akan banyak hal. Saya pun berpikir, ga mau anak-anak saya disebelin orang karena ga mau minta maaf saat salah, tidak mengucapkan terima kasih ketika mendapatkan sesuatu atau dibantu orang lain, serta ringan dalam mengungkapkan perasaannya terhadap orang lain, khususnya dalam hal ini orangtuanya sendiri.


Saya selalu membiasakan anak-anak saya untuk minta maaf jika mereka berlaku salah. Bukan hal yang mudah, karena mereka selalu menangis ketika diminta untuk minta maaf, ya mungkin karena gengsinya itu tadi.. Tapi pelan-pelan mereka mulai bisa mengakui kesalahan mereka dengan cara minta maaf. Sementara untuk kata “terima kasih”, Alhamdulillah.. mereka jauh lebih ringan untuk mengucapkan kata itu, termasuk anak saya yang masih 1,5 thn, sudah bisa bilang “Aciih..” yang artinya terima kasih.

Kata “I love you” atau “Aku sayang mami..”, “Aku sayang ayah..”, “Aku sayang adek..” pun sudah saya biasakan kepada mereka sejak dini, agar mereka menjadi pribadi yang terbuka, khususnya dalam mengungkapkan perasaannya kepada orangtuanya. Karena menurut saya, dari sanalah komunikasi yang berlandaskan kepercayaan dan kenyamanan terbentuk. Artinya hubungan antara anak dan orangtua pun Insya Allah baik dan tidak ada masalah yang terlalu berat untuk diatasi. What do you think?

Mendidik Anak Untuk Bahagia

Add caption Beberapa hari lalu, tepatnya pas anak-anak didik saya di SFC Kids Futsal latihan, ceritanya saya membagikan piala yg sudah ...