Rabu, 27 Maret 2013

Horee.. Dapat Pembantu ^_^

Kalau dipikir-pikir dengan kepala dingin dan hati tenang, alangkah baiknya Allah padaku. Tidak henti-hentinya Dia memberikan aku berbagai rezeki dalam berbagai bentuk, ya ga perlu dijembreng lah apa aja. Salah satunya adalah soal dapat pembantu yang nginap. Sedikit cerita aja nih ya.. sebelumnya, aku dirumah udah pake mbak 2, tapi semua ga ada yang nginep. Mbak 1 yang urusan full beberes, sesekali masak dan standby mulai pagi sampe siang. Mbak 2 urusannya full anak, dari siang sampe sore atau sampe aku pulang kalo pas ada kerjaan atau kegiatan luar rumah. Tiba-tiba tetangga yang mau pindahan, nawarin pembantunya yang nginap untuk kerja dirumahku. Secara ya aku udah ada mbak, ya sempat aku tolak tuh waktu awal ditawarin. Terus laporan deh ke suami, responnya juga sama, "ga usah lah Mi.. kayaknya ga perlu deh", gitu kata suamiku.

Ternyata seminggu berjalan, si mbak yang kerja dirumah tetanggaku nanyain lagi via tetanggaku yang lain. Akhirnya, ibarat orang lagi belanja di ITC, niatnya beli daster, pas lewat toko sprei ditawarin sprei dengan harga murah, karena ga ngerasa butuh, tuh pramuniaga kita cuekin kan. Begitu lewat lagi ditawarin lagi, malah banting harga lagi, akhirnya yang tadinya ga pengen tau jadi pengen liat kan, kayak apa sih bahan dan motifnya. Nah, kira-kira gitu deh cerita si Aku teh.. hihihi. Singkatnya, setelah ngobrol-ngobrol sama si mbak tetanggaku itu, aku pun tertarik dan akhirnya memutuskan untuk,"OK mbak, kalo emang mbak mau, mbak bisa kerja dirumahku", kita deal tuh ceritanya. Dan dengan berat hati harus menyampaikan ke mbak-mbakku yang lain bahwa mulai bulan depan, mereka ga bekerja lagi dirumahku.

Di sela waktu lengangku, aku mikir,"Pembantu giliran dicari susahnya ampun deh.. giliran ga dicari eeh dateng sendiri.." Tapi dengan adanya mbak yang nginep mulai bulan depan, aku merasa bisa lebih mudah ketika harus mengurusi kerjaan-kerjaan yang sedang aku rintis saat ini. Ya memang, sejak berhenti kerja kantoran, dan merasa anak-anak sudah cukup mandiri dan bisa ditinggal sewaktu-waktu, aku berpikir punya usaha untuk mengisi waktu luang. Ditambah dengan banyaknya target dan rencana aku dan suami di masa berikutnya, untuk kemajuan keluarga kecil kami ini, aku merasa dapat pembantu nginep ini sama seperti dapat rezeki nomplok, hanya saja dalam bentuk non materi. Insya Allah ini akan menjadi awal untuk membantu kami membuka pintu-pintu rezeki keluarga kami.

Salah satunya hal pertama yang akan aku kerjakan pasca dapat pembantu nginap nih ya, (hahahah..lebay ya gue!) bikin event live talkshow tentang parenting dengan konsep ngobrol-ngobrol santai yang menghadirkan narasumber dari kalangan expert atau pakar, yang aku kasih nama NgoBraS (Ngobrol Bareng Bahas) Parenting. Insya Allah project event dari Kunita Pro ini akan diadakan pada Sabtu 18 Mei 2013 di Bekasi Square. Menghadirkan Bunda Kurnia Widhiatuti dari Sygma Parenting Center (baca : www.sygmadayainsani.com/spc/ ) dengan tema "Menjadikan Anak Cerdas, Gampang?".  Temen-temen yang terutama orangtua muda nih, ayo gabung ya, tiketnya untuk pasangan atau 2 orang seharga Rp 100.000 kalau perorang tiket harganya Rp 60.000. Harga naik mulai 1 Mei 2013, yang tiket pasangan atau berdua jadi Rp 200.000 dan yang perorang tiketnya jadi Rp 110.000. Info lengkap, main-main aja ke blog aku lainnya di sebelah http://kunitapro.blogspot.com/2013/03/live-talkshow-bersama-bunda-kurnia.html


Doakan ya.. ayo join di live talkshow ini, biar nambah pengetahuan tentang mendidik anak, karena mendidik anak ga ada sekolah formalnya, yang ada learning by doing dan via sharing dengan sesama orangtua lainnya. Acara ini lah wadahnya :) 

Sabtu, 23 Februari 2013

Jangan Egois Jadi Ortu Kalau Mau Anak Lebih Sukses Dari Kita



Tiba-tiba teringat pembicaraan segerombolan ibu-ibu yang nampaknya sedang sarapan sambil menunggui anak mereka yang sekolah TK di sekitar tempat saya biasa membeli bubur ayam, beberapa hari lalu. Bukan bermaksud menguping, tapi memang karena suara mereka cukup kencang dalam “berdiskusi” tentang SD-SD yang sedang menjadi target mereka. Karena nampaknya putra-putri mereka tahun ini akan segera memasuki jenjang Sekolah Dasar. “Sekolah ini pendidikannya bagus bu, anak-anak ini selain belajar pelajaran umum, juga diwajibkan hapal surat-surat Alquran yang akhirnya saat lulus SD mereka bisa hapal Alquran, bla..bla..” kata salah seorang ibu dengan berapi-api.

Saya hanya mendengarkan saja, tanpa berkomentar. Ya iyalah.. kalo tiba-tiba saya komentar, diteriakin sama tuh ibu-ibu,” Siapa lo..??” *LOL*  Lalu ternyata beberapa teman saya juga ternyata sedang sibuk memilih SD untuk putra-putrinya. Saya pun teringat pula akan diskusi saya beberapa minggu lalu dengan suami, terkait rencana menyekolahkan anak. Karena putra kami yang pertama, Jamael Nadeem (4,5 thn), tahun depan pun Insya Allah akan memasuki jenjang Sekolah Dasar pula. Ceritanya saya sebagai ibunya anak-anak sudah punya pilihan dan rencana dalam memilih SD untuk anak. Sebuah SD Istec yang ga jauh dari rumah, yang secara nama tanpa embel-embel Istec-nya, sekolah ini cukup bernama. Pertimbangan saya, selain lokasi yang tidak terlalu jauh dari rumah, nama SD tersebut cukup familiar di telinga, dan (sepertinya) biaya masuk dan bulanan sekolahnya tidak terlalu mahal dan seterusnya.

Ketika saya dan suami berdiskusi, saya sampaikan rencana saya tersebut dengan segala alasan dan planning jangka panjangnya. Biasanya, untuk urusan anak, suami saya tuh ga banyak komentar dan cenderung lebih ikutan aja dengan rencana saya, karena menurut suami, saya dianggap lebih paham urusan rumah dan anak-anak. Tetapi diluar dugaan, kali ini ternyata suami saya berbeda pandangan dengan saya. Suami ga menolak ide saya sih, tapi dia menambahkan opsi bagi kami untuk pendidikan anak kami. Dia menambahkan opsi sebuah sekolah Islam yang sudah terkenal dimana-mana, dengan jaringannya yang juga luas. Sekedar diketahui, saya sempat terpikir ingin menyekolahkan anak-anak disana, tapi mengingat (katanya) mahalnya biaya masuk sekolah tersebut, dan gaya pergaulannya yang agak borjuis, membuat saya mencoret sekolah tersebut dalam opsi pilihan sekolah anak. “Aduuh bu, mending ga usah kesana deh.. disana pergaulannya ga bagus, soalnya kebanyak anak-anak borju yang sekolah disana, kalo liburan minimal ke singapur, trus ditanyainnya sekolahnya diantar pake apa.. Ga bagus buat perkembangan mental anak bu.,.” begitu kira-kira kata tetangga saya tahun lalu, saya diskusi soal sekolah anak.

Dan hal itu pun saya sampaikan ke suami, sebagai bentuk argumentasi saya dalam menanggapi keinginannya untuk menambahkan sekolah Islam ternama tersebut dalam opsi pilihan SD Nadeem nanti. Suami saya bilang, alasan-alasan penolakan saya atas SD Islam ternama dan terbesar itu memang benar, tapi dibalik semua alasan tersebut, suami saya pun punya alasan-alasan yang jauh lebih penting dari sekedar alasan yang sebetulnya ga penting sih..  Kesempatan!  Itu alasan suami saya dalam memilih sekolah tersebut. Menurutnya, dia ingin putranya bersekolah di sekolah yang memberikan banyak peluang dan kesempatan bagi putra kami kelak, sekolah yang memberikan keuntungan bagi CV putra kami kelak, sekolah yang memberikan pendidikan tidak hanya sekedar pendidikan berbasis kurikulum, tetapi juga pelajaran nilai kehidupan yang hanya bisa dipelajari dengan mengalaminya langsung dan untuk anak usia SD, tentunya memang harus selalu dalam pantauan orangtuanya, yaitu saya sebagai ibunya.

Soal pergaulan yang borjouis, diantar sekolah harus pakai mobil, liburan sekolah keluar negeri, menurut suami saya, itu hanya hal-hal kecil yang sifatnya duniawi dan harus bisa kami ajarkan ke anak-anak kami untuk tidak menjadi tolak ukur dalam menilai pribadi seseorang. Ketika kami yang dari keluarga biasa-biasa saja, bisa bertahan dan mengajarkan anak-anak kami dari terpaan nilai-nilai sosial yang sangat sempit ruangnya tersebut, disitulah keberhasilan kami sebagai orangtua dalam mendidik anak. Karena putra kami nantinya tidak hanya menjadi murid yang pintar secara akademis, tetapi juga pintar sebagai mahluk sosial-yaitu Pandai bergaul, tanpa harus memandang strata, jabatan dan kelas ekonomi keluarga temannya. Subhanallah.. saya cukup kaget dengan pandangan yang disampaikan suami saya, tidak pernah terpikir hal-hal tersebut sebelumnya. Dan saya anggap 100% benar pandangan tersebut, tetapi saat itu saya tidak menanggapi pandangan yang disampaikan suami saya. Tetapi saya memikirkannya dan mencoba memaknai apa yang jadi pemikiran suami saya saat itu. Akhirnya saya merasa, saya terlalu picik dan dangkal pikirannya saat memutuskan SD pilihan bagi anak kami. Dasar-dasar pemikiran yang saya pakai, semuanya hanya memikirkan dari kebutuhan saya sebagai orangtua, tetapi tidak mewakili kira-kira apa yang dibutuhkan putra kami dalam menyongsong masa depannya kelak.

Well, saya dan suami juga pernah di bangku sekolah, kami masing-masing pun punya pengalamannya masing-masing. Saya misalnya, sejak SD hingga SMA lingkungan sekolah saya tidak keluar dari satu rute tersebut, kecuali saat kuliah yang akhirnya benar-benar jauh dari rumah karena diluar kota. Sementara suami punya kisah lain, suami sejak SD sering berpindah-pindah sekolah. SD-nya sempat di Padang, lalu Jakarta dan Palembang. SMP-nya di Jambi, SMA di Palembang dan kuliah di Bandung. Saya pun mengevaluasi, karakter diri kami masing-masing dan pola pikir kami, yang pastinya terbentuk dari didikan keluarga dan lingkungan kami dibesarkan dan berkembang. Pastinya harapan semua orangtua, agar anak-anaknya memiliki karakter dan kemampuan yang lebih baik dari orangtuanya, serta kesempatan yang lebih baik dari kami orangtuanya.

Akhirnya saya pun sampai pada kesimpulan, jika ingin anak menjadi lebih baik dari kita sebagai orangtuanya, maka kita pun harus berpikir bukan hanya berdasarkan kemauan/kebutuhan/keinginan kita saja, tetapi juga harus dipahami dan diketahui kebutuhan apa yang harus kita penuhi bagi si anak agar menjadi penerus keturunan kita yang lebih baik dari kita sebagai orangtuanya. Tetapi semua itu juga harus merujuk pada diri kita sendiri, dan dengan melihat karakter si anak. Masa’ sih kita sebagai orangtua ga bisa melihat kecenderungan anak kita seperti apa…  Maksud saya kira-kira begini, kalo kita saja tidak mampu melakukan suatu hal, ada kemungkinan anak kita pun ga mampu melakukan hal tersebut, jadi jangan paksakan dia untuk bisa. Mungkin hal lain dia bisa lakukan. Lalu, dasar dalam memilih SD bagi anak, jangan hanya berdasarkan alasan-alasan ga penting seperti alasan-alasan saya sebelumnya, yaitu jarak sekolah kerumah, kebonafitan nama sekolah tersebut dan biaya sekolah. Khusus poin terakhir, bagi keluarga kami ini poin penting. Tetapi jika mampu kenapa harus hitung-hitungan untuk investasi dunia akhirat yang kita tanamkan kan? :)  Tetapi juga adalah salah bagi kami selaku orangtua, jika alasan utama memasukkan anak ke sekolah ternama, hanya semata karena alasan kebonafitan sekolah tersebut. Urutkan benefit-benefitnya dari yang paling penting, hingga yang tidak penting dan namai benefit yang ga penting itu sebagai bonus.

Percayalah, sekolah ternama TIDAK akan bermakna apa-apa bagi pribadi yang tidak bisa memanfaatkan nama besar sekolahnya. Sebaliknya sekolah tidak ternama sekalipun akan menjadi bermakna (bernama) ketika lulusannya adalah orang yang pintar bergaul, cerdas dalam memanfaatkan kesempatan dan pastinya ulet serta gigih dalam memperjuangkan apa yang menurutnya baik. Hehehe.. pengalaman pribadi nih.. Ga bo’ong loh akuh.. :p

Rabu, 23 Januari 2013

Indomie Mie Goreng Cabe Ijo, rasa...

Akhirnya setelah berburu selama beberapa hari, Indomie Mie Goreng Cabe Ijo ini saya ketemukan di Alfamidi yang letaknya agak jauh dari rumah saya dibanding dengan Indomaret dan Alfamart yang selalu tidak tersedia stok mie ini. Dan setelah dicoba rasanya... So..So..

Sejak saat membuat mie ini, bau khas cengek alias cabe ijo memang sudah tercium tajam melalui minyak bumbunya yang juga sudah berwarna hijau. Warna hitam kecap yang disediakan pun tetap kalah warna dengan si bumbu minyak hijaunya. Singkatnya begitu mie matang, saya segera mencicipinya karena ga mau keburu dingin. Rasa yang dominan memang benar-benar rasa cabe ijo. Tetapi ketika masuk sendokan mie yang ke-3, lidah saya mulai merasa bosan. Mungkin karena saya tidak terlalu "meracik" mie saya ini dengan berbagai tambahan lain ya. Tetapi jika dibandingkan Indomie Mie Goreng Rendang yang pernah saya ulas juga (baca : http://katadenita.blogspot.com/2012_01_01_archive.html ) menurut saya rasa Indomie Mie Goreng Rendang lebih "rame" dibanding Mie Goreng Cabe Ijo yang cenderung monoton.

Tapi menurut saya, untuk mereka yang biasanya menikmati mie instant dengan irisan cabe ijo, pastinya lidahnya akan cocok dengan variant baru dari Indomie ini. Seperti saya, meski harus lebih menambahkan "teman" bagi si mie goreng cabe ijo ini, seperti kerupuk, telor orek, sayur sawi dan bahan pelengkap lainnya. So, selamat menikmati ya.. :)

Selasa, 08 Januari 2013

Kebahagiaan dan Keharuan di Ultah Hanif ke-2

Kami sekeluarga dengan Kaos seragam yang saya siapkan gambarnya.
Alhamdulillaah.. acara syukuran ulang tahun Hanif yang ke-2 udah kelar, berlangsung lancar, seru dan sukses. Puas rasanya bisa membuat acara yang bisa membahagiakan banyak orang. Karena dari ekspresi semua yang hadir di acara kami, wajahnya happy. Meski saya yakin pasti ada terdapat kekurangan-kekurangan pada pelaksanaannya. (baca : http://kunitapro.blogspot.com/2013/01/pesta-ultah-haneef-berlangsung-sukses.html )

Sebetulnya niat membuat acara syukuran ultah Hanif ini sangat spontan terlintas. Karena gagalnya liburan akhir tahun, karena suami ga bisa cuti bahkan harus bertugas, akhirnya kepikiran pengen bikin acara ultah Hanif. Itu pun juga karena liat Hanif yang tingkahnya kok semakin lucu dan menggemaskan. Hanif yang waktu itu mau 2 tahun, terdengar sangat comel untuk anak seusia itu. Dia sudah sangat lancar bicaranya, bahkan sudah menggunakan kata "dong, sih, deh, ah, doang" dll, lengkap dengan intonasi dan ekspresinya. Hahahaha, kebayang kan..?? Makanya saya sebagai ibunya kok kepengen orang-orang tau tentang kepintaran anak kami yang baru berusia 2 tahun ini. Hanif juga suka sekali menyanyi dan sudah hapal beberapa doa harian.

Singkatnya atas izin suami, saya pun mempersiapkan semua kebutuhan acara ultah Hanif. Mulai dari pemilihan tempat, design undangan berbentuk e-card, Banner Ultah, Suvenir, Design kaos seragam keluarga, Rundown acara, konsep acara dll. Hingga hari H, semua berjalan lancar dan sukses. Dari 100% tamu yang kami undang 80% hadir. Rasa bahagia dan haru bercampur jadi satu, melihat banyaknya tamu kami yang hadir. Bahagia karena melihat kedua putra kami, Nadeem dan Hanif sangat menikmati acara demi acara, dan Hanif seperti yang kami perkirakan bisa bersikap baik terhadap tamu-tamu cilik yang kami undang, bahkan Hanif pun menunjukkan kebolehannya dalam menyanyi yang disambut tepuk tangan riuh dari tamu-tamu kami. Bahagia yang kedua juga karena kami melilhat senyum-senyum happy di wajah para tamu kami, tatkala mereka melihat putra putri mereka berani maju ke depan bermain bersama hingga menyanyi dipandu oleh MC.

Saya cukup kagum dengan anak-anak kecil yang hadir pada hari itu. Anak-anak ini meski tidak saling kenal, tapi mereka bisa langsung akrab dan tidak sungkan untuk bermain dalam games yang digelar oleh MC. Bahkan bisa dibilang anak-anaknya sangat aktif. Lalu hal yang membuat kami terharu adalah banyaknya tamu kami yang hadir, dimana kami tau lokasi tinggal dari beberapa tamu kami bukan dalam jarak yang dekat, yaitu dari Tangerang, Cibubur, Depok, Jakarta, Cibitung dan paling jauh Palembang. Ya, mama saya yang tinggal di Palembang pun memutuskan hadir di ultah cucunya dengan mengajak serta keponakanku yang baru berusia 2 bulan.

Lalu ada pula sahabat saya, Iko yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu, datang ke acara ultah Hanif hanya bersama suaminya, karena anaknya sedang kurang fit. Terharu sekali, mereka sengaja meluangkan waktunya hadir. Lalu ada pula yang berhalangan hadir, namun menitipkan kado untuk anak kami. Lalu sanak saudara yang jarang pergi-pergi keluar pun, tanpa diduga menyempatkan diri hadir di acara kami. Terima kasih yang tak terhingga kami ucapkan kepada mereka semua yang telah meluangkan waktunya untuk berkumpul bersama kami, berbagi kebahagiaan. Allah lah yang bisa membalas semua perhatian yang mereka berikan kepada kami.

Karena mengurus semua persiapan ultah Hanif ini pula, terpikir ide untuk membuat Event Organizer yang spesialisasinya mengurus event anak-anak, seperti acara ulang tahun, sunatan, akikah dan farewell party sekolah. Saya berpikir, dulu jika saya masih kerja kantoran, mungkin ga bisa maksimal urus persiapan ultah Hanif. Karena pemikiran itulah, saya memiliki ide untuk membuat EO khusus event anak-anak. Niatnya adalah ingin membantu sesama ibu yang ingin memberikan perhatian dan kenangan pada anaknya saat mereka dewasa kelak. Karena pesta ulang tahun yang seru, dgn dokumentasi yang baik, tentunya akan menjadi kenangan tersendiri.

Berikut foto-foto dokumentasi acara Hanif yang berlangsung hari Sabtu, 5 Januari 2013 di Hoka Hoka Bento Bekasi Square.


Senin, 31 Desember 2012

Selamat Ulang Tahun Anakku..


Hanif in action

Dear Hanif anak mami.. selamat ulang tahun ya sayang, tanpa terasa Hanif sudah 2 tahun hidup sehat di dunia, berkumpul sama mami, ayah dan juga abang Nadeem. 2 tahun ternyata adalah waktu yang sebentar untuk mami dalam merawat, menyusui  dan membesarkan Hanif. Rasanya ga percaya bahwa Hanif udah bukan bayi lagi, meski Hanif sampe hari ini masih minum ASI sama mami karena belum bisa disapih.

Begitu banyak kepintaran yang Hanif miliki hingga hari ini, kepintaran yang mami sendiri rasanya ga percaya. Padahal mami merasa hanya lebih sering meluangkan waktu bersama aja sama Hanif, mungkin ga sebanyak dulu waktu abang Nadeem seusia Hanif. Mami dulu memang masih kerja kantoran, sehingga waktu untuk sama Nadeem lebih sedikit dibanding Hanif sekarang. Nadeem pintar ngomongnya karena dulu mbak Ida-nya juga tukang ngomong.. Satu hal yang mami syukuri, mbak Ida minta berhenti kerja, karena mau menikah. Karena disitulah semua berubah, termasuk pola pikir mami.

Mami merasa sangat beruntung punya anak-anak seperti abang Nadeem dan Hanif. Kalian yang membuat mami merasa betul-betul lengkap sebagai seorang ibu. Tidak banyak ibu-ibu muda zaman sekarang yang punya kesempatan atau punya pilihan untuk tidak bekerja dengan atau bekerja, termasuk mami dulu. Dulu mami ga punya pilihan selain harus kerja, demi bisa membantu Ayah dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Alhamdulillah Allah sayang sama kita sekeluarga, dengan memberikan mami pilihan untuk tidak lagi kerja kantoran dan bisa fokus menjaga dan membesarkan anak-anak mami.

Hanif anak mami.. Hanif udah membimbing mami untuk menjadi seorang ibu yang baik. Hanif dan Nadeem lah yang mengajarkan mami untuk terus mencari tau dan mendalami pengetahuan tentang mendidik anak dan berteman dengan anak. Subhanallah.. ga ada guru yang ngajarin mami nak, tapi justru kalian yang ngajarin mami. Begitu cepatnya Hanif menyerap semua hal yang mami ajarkan ataupun tanpa sadar mami munculkan dan ternyata Hanif contoh, membuat mami termotivasi selalu untuk terus memberikan yang terbaik untuk Hanif dan abang Nadeem. Meski baru hari ini Hanif persis 2 tahun, kemampuan Hanif bicara sudah seperti anak usia 4 tahun. Doa sehari-hari Hanif sudah hafal. Banyak lagu yang mami sering nyanyikan menjelang Hanif tidur, ternyata Hanif pun juga sudah hafal semua.. meski masih suka lupa liriknya ya Nif.. 
Hanif dan abang Nadeem main bareng

Mami sadar, apa yang mami tulis saat ini Hanif belum bisa membacanya, mami bacakan pun, mungkin Hanif ga akan mengerti. Tapi mami ingin, suatu hari nanti saat Hanif besar, Hanif mengetahui isi hati dan perasaan mami saat ini. Perasaan bangga seorang ibu yang memiliki anak sepintar Hanif. Insya Allah, mami akan selalu menjaga Hanif dan abang Nadeem, membimbing, mendidik, membesarkan dan mengantarkan kalian ke pintu kemandirian dan kemakmuran yang di ridhoi oleh Allah.

Sekali lagi selamat ulang tahun Javier Hanif Valerian Setianegara.. doa mami dan ayah selalu menyertaimu nak.. Kami semua sayang sama Hanif.. Ya Allah, berilah aku dan suami usia yang cukup untuk dapat menjaga amanahmu ini. Berilah kami rezeki yang halal untuk dapat kami gunakan dalam membesarkan, membimbing dan mendidik anak-anak kami menjadi anak-anak yang soleh. Berikan kesempatan bagi kami untuk dapat mengantarkan mereka ke pintu kemandirian dan kemakmuran yang Kau ridhoi ya Allah.. Aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin.. 

Kamis, 06 Desember 2012

A Few Good Men (in my life)


Kiri-kanan : Sutan Saripado (Alm) dan Sutan Sipado


Ga tau apa yang membuat aku terpikir ingin edit foto Almarhum Papaku untuk bisa seolah-olah foto bersama dengan suamiku. Akhirnya, aku ngedit aja tuh foto. Terbayang wajah dan sikap papa dulu waktu jaman aku masih single. Dia kalo tau aku punya teman dekat cowo atau pacar pasti mukanya suka mendadak disetel jadi galak. Padahal muka bokap tuh ya, ga usah disetel galak juga udah keliatan judes mukanya.. hahahah kayak muka aku, anaknya ini.. judes tapi baik hati.. :p

Foto papa ini, diambil tahun 2003 bulan april, saat kakak sepupuku nikah. Dan ternyata Allah memanggil Papaku ditahun yang sama, yaitu 26 November 2003, hari ke-2 lebaran Idul Fitri waktu itu, di Bandung. Sementara foto suamiku ini diambil di tahun 2011, bulan Desember di acara nikahan adikku Elin. Waktu papa meninggal, aku belum bertemu dengan suamiku, Deni. Baru tahun 2004 aku kenalan dan baru pacaran di tahun 2006. Artinya, ya memang bokap tuh ga pernah ketemu sama suamiku.

Yang bikin penasaran itu, bokap kan orangnya judes kalo sama temen cowo yang pada dekat sama aku. Kayaknya ga ada yang dia suka deh, hahaha.. Ya mungkin para cowo itu kurang bisa mengambil hati bokap pada masa itu ya. Nah, sementara suamiku ini, menurut aku orangnya sangat supel, cepat sekali akrab dengan orang, seorang pendengar yang baik dan lawan bicara yang menyenangkan. Beberapa kesamaan antara papaku dan suamiku adalah, mereka sama-sama perokok berat. Satu hobi yang aku paling sebelin. Kesamaan lain adalah, mereka sama-sama berdarah padang dan sangat tinggi rasa kedaerahannya. Kalo tau lawan bicaranya orang Padang, diajakin ngomong Padang dah tuh. 

Makanya, aku suka berandai-andai, kalo almarhum papaku masih ada, kira-kira apa yang ada dalam pikirannya? Kegiatan bersama apa yang akan mereka lakukan saat bertemu? Ya Allah, sampaikanlah kepada almarhum papaku yang 3 Desember 2012 lalu berulangtahun yang ke-60, bahwa kami merindukannya dan selalu mendoakannya. Semoga aku dan suamiku bisa mencontoh, cara almarhum papa dalam menjalani dan mempertahankan rumah tangganya dengan mamaku, langgeng hingga akhir hayat. Aamiin ya robbal ‘Aalamiin..

Rabu, 05 Desember 2012

Pengalaman ng-MC di acara Kemenpora RI



Pengalaman ng-MC kali ini terasa beda dari event-event sebelumnya. Selasa, 5 Desember 2012 malam yang lalu, bertempat di Hotel JW Marriot Jakarta, saya diminta menjadi MC. Ini job rada mendadak sebenernya, tapi untungnya pas lagi ga ada jadwal ng-MC atau acara keluarga lainnya pada hari itu. Ceritanya ini adalah acara Gala Dinner, perjamuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI terhadap rombongan kontingen dari China atau China Youth Delegations. Mereka terdiri dari ratusan orang yang berprofesi sebagai Atlet, Pengusaha, Wartawan dan juga dari pemerintahan negaranya. Ya mereka adalah wakil negaranya untuk hubungan kepemudaan antara Indonesia dan Cina. Baca: http://kemenpora.go.id/index/preview/berita/6878

Di depan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, DR. Alfitra Salamm APU, Asisten Deputi Sumber Daya Pemuda, Amung Ma'mun, Kabag Humas Ahmad Arsani, perwakilan DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jakarta dan seluruh anggota China Youth Delegations, saya memandu acara yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam itu. 

Well, kali ini terasa beda, karena saya dikasih pasangan ng-MC seorang cowo Cina bernama Panji. Menjadi seru, karena ternyata Panji ini tidak biasa memandu acara, tetapi memang sering diminta oleh rombongannya untuk menjadi entrepreteur (penerjemah) bagi rekan-rekannya untuk acara-acara jamuan seperti ini. Jadilah saya tidak hanya memandu acara secara umum, tetapi juga memandu Panji agar dia tau kapan dia mulai menterjemahkan kalimat-kalimat yang saya ucapkan, kedalam bahasa Cina. Bahkan dia sendiri kesulitan saat menyebutkan nama saya pada saat kami memperkenalkan diri. “Aa..Tita.. ee Ibu Sari..”, kata Panji sambil tersenyum dan menunduk ke saya, tanda mohon maaf karena sulit menyebutkan nama saya. Hahahahaha.. Saya pun santai saja, menanggapinya didepan ratusan tamu yang hadir, karena saya juga ingin membuat Panji bisa rileks saat mendampingi saya ng-MC di depan.
Saya bersama Panji. Kenapa fotonya kebalik ya??!

Acara jamuan makan malam ini dibuka dengan tarian khas Betawi, Kinang Kilaras yang membuat decak kagum dari semua anggota China Youth Delegations. Itu terlihat dari kekhusyukan dan banyaknya HP yang on untuk memotret dan merekam tarian tersebut. Lalu dilanjutkan dengan pertunjukkan Kungfu dan Tai Chi oleh perwakilan China Youth Delegations, sebagai penampilan ramah tamah balasan dari mereka. Sungguh mengesankan buat saya..  Betapa hubungan kedua negara ini, dibina dengan baik dalam kegiatan ini, yang sesungguhnya (mungkin) hanya kegiatan kecil dari sekian banyak agenda Kemenpora RI. Lalu ada seorang gadis China bernama Betty yang menyumbangkan sebuah lagu berbahasa Cina namun bergenre seriosa. So wonderful! Si Betty ini sebetulnya memiliki nama Cina, tetapi dia tau, saya akan kesulitan menyebutkan maupun membuat spelling-nya, makanya dia hanya kasih saya nama internasionalnya. Baca : http://kemenpora.go.id/index/preview/olahraga/6885
Saya diapit Betty (kiri) si penyanyi seriosa dan Karena (kanan).

Rombongan dari China Youth Delegations ini akan berada di Indonesia hingga tanggal 10 Desember 2012 mendatang, dengan berbagai agenda yang cukup padat akan mereka jalani. Diantaranya akan berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah dan juga ke Yogyakarta. Have fun ya guys..! Enjoy our lovely Indonesia..



Mendidik Anak Untuk Bahagia

Add caption Beberapa hari lalu, tepatnya pas anak-anak didik saya di SFC Kids Futsal latihan, ceritanya saya membagikan piala yg sudah ...